Sabtu, 04 Juni 2022

YESUS: HARAPAN KEKRISTENAN

Kristen adalah agama yang sejak awal kelahirannya ditandai dengan banyak hal. Perjuangan para rasul dalam mengabarkan Injil Kristus mendapat perlawanan dari sejumlah pihak. Dan pada akhirnya mereka dibenci, lalu dihindari, dihalangi, dan bahkan hendak dimusnahkan. Alasan membenci kekristenan adalah karena dalam pemahaman para pembencinya, Kristen menyembah “manusia”. Ya, kelihatannya begitu, tapi tidak sesederhana itu. Yang perlu diperhatikan di sini adalah: peristiwa ‘LOGOS’ menjadi daging [manusia], menderita, mati disalibkan, bangkit dari antara orang mati pada hari ketiga, dan naik ke surga, merupakan fakta tuunggal, yang tidak dimiliki oleh agama-agama lain. Yesus itu tidak sesederhana yang dipikirkan. Ada sejumlah alasan mengapa Kristen menyembah Yesus, Logos yang Kekal yang menjadi manusia.


Lalu mengapa para pembenci Kekristenan semakin memuncak? Alasannya masih tetap sama. Begini: Kristen adalah agama yang melihat pada KASIH dan PENGAMPUNAN Yesus Kristus yang berkurban bagi umat-Nya. Di dalam kasih-Nya, manusia menemukan kedamaian di tengah ancaman, ketenangan di tengah keributan riuh kebencian, baik terhadap Yesus, maupun terhadap pengikut-Nya.

Di dalam pengampunan-Nya, manusia menemukan bahwa pengampunan adalah syarat perdamaian dan alat untuk meredam konflik berkepanjangan. Tetapi mengapa konflik antar agama masih terus terjadi? Hal itu bisa disebabkan karena dua hal: pertama, karena pembenci Kristen tidak memiliki dan memahami konsep pengampunan Kristen—mereka memiliki sistem kebencian yang permanen, mendarah daging, dan ingin agar Kekristenan musnah dari muka bumi ini; dan kedua, mereka yang mengaku Kristen belum sepenuhnya memahami tentang pengampunan yang sejati.

Mengapa bisa demikian? Memang tidak ada jaminan permanen bahwa orang Kristen yang memahami tentang pengampunan dapat dipertahankan secara konsisten hingga akhir hayatnya. Hanya mereka yang sungguh-sungguh telah diubahkan oleh Yesus Kristus yang dapat menerapkan PENGAMPUNAN kepada siapa saja termasuk kepada mereka yang telah melukai, membenci, mencaci, bahkan membunuh orang-orang yang mereka kasihi. Tak ada hal apapun yang dapat menghalangi kuatnya kasih dan pengampunan yang dilakukan oleh orang-orang Kristen; mereka telah mengikuti teladan Yesus Kristus.

Yesus Kristus adalah harapan kekristenan yang dengannya orang-orang percaya menaruh pengharapan akan kehidupan yang kekal sebagaimana yang dijanjikan-Nya.

Yohanes 3:36, Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.

Yohanes 5:24, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.

Yohanes 6:40, Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.

Yohanes 10:28, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.

Di dalam Yesus Kristus, orang Kristen melihat dunia sebagai objek kasih Allah, dan didorong untuk menyatakan kasih Allah kepada sesamanya, bahkan musuh sekalipun. Saya teringat akan perkataan Yesus, sebagaimana yang dicatat dalam Injil Matius dan Lukas berikut ini:

Matius 5:44, Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. 

Lukas 6:27, Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu.

Lukas 6:35, Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat.

Pengajaran Yesus Kristus di atas bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Yesus telah melakukannya. Kita melihat ucapan Yesus ketika Ia disalibkan: “Ya Bapa, ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” Dalam kondisi terhina, tersalib, direndahkan, dicaci maki, dikatakan penghujat Allah, Yesus masih menunjukkan kasih dan pengampunan yang luar biasa. Itulah sebabnya, mengapa orang Kristen yang sejati bisa mengampuni musuh-musuhnya, bahkan lebih dari itu, mendoakan musuh-musuhnya. Ini ajaran yang sungguh luar biasa. Jika saja Yesus mengajarkan sebaliknya, maka dunia ini akan kacau balau.

Di dalam Yesus Kristus, dunia memiliki pengharapan bagi mereka yang berharap dan percaya kepada-Nya. Yesus adalah harapan Kekristenan di mana orang-orang percaya dapat merealisasikan kasih dan pengampunan Allah dalam totalitas kehidupan mereka. Meski pada beberapa catatan sejarah, orang-orang percaya dibunuh karena iman mereka kepada Kristus. Mereka tidak menukar iman hanya karena harta benda, uang, dan lain sebagainya. Sebut saja Perpetua, seorang perempuan muda yang mati dipancung. Ia tidak mau menukar imannya dengan apa pun. Ia tidak gentar sedikit pun ketika kematian sudah di depan mata. Ia memiliki pemahaman bahwa pengampunan Yesus atas dirinya telah mengubah hidupnya menjadi hidup yang bahagia dan merasakan kasih Tuhan. Harta benda tidaklah abadi, tetapi iman kepada Yesus Kristus, menjadikan Perpetua berubah dan begitu mengasihi Tuhan dan sesamanya.

Hingga saat ini, kebencian terhadap Kekristenan masih tetap ada dan bahkan telah diupayakan oleh sekelompok orang yang memiliki paham radikal—yang hanya menggunakan tafsir ala kadarnya dan tak memiliki cukup ilmu untuk melihat dunia yang luas. Bagi mereka, Kristen adalah “kafir” dan darahnya halal untuk ditumpahkan. Ini ajaran yang aneh dan mengundang munculnya potensi perang. Tetapi, apakah orang Kristen di seluruh dunia merasa terganggu dengan sebutan tersebut? Tentu ada, tetapi tidak banyak. Meskipun demikian, orang Kristen tetap menunjukkan teladan mereka dalam hal “mengasihi” dan “mengampuni”—sebuah ajaran yang suprematif dalam iman Kristen. Tak ada yang dapat mengalahkan kedua hal itu. Yesus telah membuktikannya.

Jika Yesus yang menerapkan kasih dan pengampunan dan tidak berhasil maka Kekristenan tidak ada di dunia ini. Sebaliknya, kasih dan pengampunan sangat efektif dan telah terbukti dalam sejarah. Hingga sekarang, tak ada yang dapat menghambat dan melawan gerakan kasih dan pengampunan yang dikerjakan oleh pengikut Yesus Kristus.

Yesus pernah berkata: “Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal” (Yohanes 12:25). Perkataan Yesus ini hendak menegaskan bahwa jika kematian karena Dia, maka ada jaminan, yaitu kehidupan kekal. Ini adalah harapan iman Kristen. Jika tidak demikian, untuk apa percaya kepada Yesus? Jaminan tersebut telah mengubah dunia dan Kristen telah menunjukkan identitas dirinya sebagai agama yang menunjukkan dan mewartakan kasih dan pengampunan.

Yesus adalah harapan Kekristenan. Tak ada yang dapat dibanggakan di dunia ini selain bagaimana sikap kita untuk menyatakan kasih dan pengampunan. Memang kelihatannya sulit dilakukan, tetapi mereka yang menancapkan imannya secara kokoh kepada Yesus Kristus, tidak akan mengalami kendala tentang hal ini, melainkan bersemangat dalam menampilkan perilaku hidup yang penuh kasih dan pengampunan.

Marilah kita mengubah dunia di sekitar kita dengan cara menunjukkan kasih dan pengampunan. Sebagai pengikut Yesus Kristus, seyogianya kita mengasihi sesama termasuk musuh yang membenci kita, mengampuni orang yang bersalah kepada kita, dan mendoakan orang-orang yang kita kasihi dan yang membenci kita.

Yesus Kristus adalah harapan kita. Lihatlah kepada-Nya dan temukan hidup yang kekal: “Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku” (Yohanes 10:27-28).

Salam Bae

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

FILSAFAT KESOMBONGAN

Sikap sombong adalah sebuah fakta. Kesombongan lahir dari hati seseorang dengan berbagai latar belakang. Hal ini wajar, jika ada alasan untu...