Secara faktual, manusia memiliki banyak hal yang mendukung perealisasian karakter, pembawaan diri, prinsip hidup, dan habitualisme diri. Biasanya, mereka yang mau hidupnya “diubah” oleh Tuhan, dengan rela dan lapang dada, meninggalkan semua kenikmatan dunia, semua jenis karakter (tabiat, watak) yang buruk, semua pembawaan diri yang negatif, pembawaan diri yang tidak menguntungkan orang lain (egoisme), semua prinsip hidup yang tidak etis, moralis, dan spiritualis, dan semua habitualisme (paham yang dipegang erat terkait dengan kebiasaan diri) yang tidak memberikan dampak positif.
Kita memerlukan Tuhan untuk mengubah hidup kita. Tuhan akan memberikan kekuatan (potensi) bagi kita ketika kita berkomitmen untuk hidup bagi Dia, hidup melayani Dia, dan hidup dalam terang firman-Nya. Hidup yang diubahkan adalah cerminan dari kekayaan sukacita yang Tuhan berikan kepada mereka. Tuhan sanggup mengubah hidup manusia yang brutal sekalipun.
Mereka yang digerakkan hatinya untuk berubah, perlu untuk menanggalkan pakaian lama (manusia lama) dan mengenakan pakaian baru (manusia baru) yang terus dibarui oleh Roh Kudus. Tuhan mengubah mereka yang telah Ia tetapkan. Mereka yang telah diubahkan harus setia dan taat kepada Tuhan. Mereka yang diubahkan harus siap menderita dalam segala hal, siap menderita untuk dimusuhi dunia, siap untuk dihina, siap untuk tidak masuk hitungan dunia.
Namun, sebaliknya, mereka yang telah diubahkan Tuhan harus bersukacita karena Tuhan tetap memberkatinya; mereka harus siap untuk dipakai Tuhan dalam menggenapi seluruh rencana-Nya; siap melayani-Nya di mana saja; siap melihat berbagai keajaiban dan mukjizat Tuhan; siap untuk dimuliakan; siap untuk memerintah bersama Tuhan di surga-Nya yang mulia; siap untuk menerima upah dari hasil pekerjaan selama di dunia
Tuhan mengubahkan hidup, Tuhan pula yang menjaganya, Tuhan pula yang menjaminnya, Tuhan pula yang meneguhkannya, Tuhan pula yang memeliharnya, Tuhan pula yang menopang dan menyokongnya. Yakinlah bahwa hidup yang diubahkan adalah suatu natur hidup yang diberkati, dimuliakan, dan dijamin.
Hidup yang diubahkan menandakan bahwa kita telah dipanggil Tuhan untuk berbagi dalam pekerjaan-Nya yang mulia. Tugas kita adalah melakukan kehendak-Nya, menyenangkan hati-Nya dan memuliakan nama-Nya, selamanya….!
Salam Bae.......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar